Laman

Senin, 23 September 2013

Masalah Masalah Sosial Masyarakat

Masalah sosial adalah suatu perbedaan pendapat atau pemikiran yang berbeda antar unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang menimbulkan masalah dalam kehidupan kelompok sosial masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada.
Adanya masalah sosial dalam masyarakat tidak semena-mena muncul begitu saja,namun banyak faktor yang berperan atau berpengaruh dalam timbulnya masalah tersebut.
Diantaranya faktor ekonomi,faktor budaya,faktor biologis, faktor psikologis dan masih banyak lagi.



Diantara faktor di atas masalah yang sering timbul dalam kehidupan bermasyarakat adalah kemiskinan, kemiskinan ini sudah tidak asing di dengar lagi di negara kita,banyak yang membicarakan masalah ini,namun pemecahan masalahnya tidak banyak di praktikan.

Banyak sekali rakyat-rakyat miskin yang ada di negara kita, hal itu di sebabkan oleh banyaknya angka pengangguran dan minimnya pengetahuan yang mereka dapatkan,yang menyebabkan mereka hidup serba kekurangan,karena tidak mempunyai pekerjaan,tidak mempunyai bekal pengetahuan, bagi para lulusan SMA maupun mahasiswa saja kadang sulit untuk mendapatkan kerja,apa lagi mereka yang tidak sekolah sama sekali, karena bekal pengetahuan sangat penting dalam mencari kerja, atau mendapatkan pekerjaan.

Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :

1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

1. Faktor Ekonomi, faktor ini merupakan faktor terbesar terjadinya masalah sosial. Apalagi setelah terjadinya krisis global PHK mulai terjadi di mana-mana dan bisa memicu tindak kriminal karena orang sudah sulit mencari pekerjaan.

2.Faktor Budaya, Kenakalan remaja menjadi masalah sosial yang sampai saat ini sulit dihilangkan karena remaja sekarang suka mencoba hal-hal baru yang berdampak negatif seperti narkoba, padahal remaja adalah aset terbesar suatu bangsa merekalah yang meneruskan perjuangan yang telah dibangun sejak dahulu.

3.Faktor Biologis, Penyakit menular bisa menimbulkan masalah sosial bila penyakit tersebut sudah menyebar disuatu wilayah atau menjadi pandemik.

4.Faktor Psikologis, Aliran sesat sudah banyak terjadi di Indonesia dan meresahkan masyarakat walaupun sudah banyak yang ditangkap dan dibubarkan tapi aliran serupa masih banyak bermunculan di masyarakat sampai saat ini.

Diantara faktor di atas masalah yang sering "MENCOLOK" di Indonesia ini yang sangat sangat timbul dalam kehidupan bermasyarakat adalah kemiskinan, kemiskinan ini sudah tidak asing di dengar lagi di negara kita, banyak yang membicarakan masalah ini, namun pemecahan masalahnya tidak banyak di praktikan. Banyak sekali rakyat-rakyat miskin yang ada di negara kita, hal itu di sebabkan oleh banyaknya angka pengangguran dan minimnya pengetahuan yang mereka dapatkan, yang menyebabkan mereka hidup serba kekurangan, karena tidak mempunyai pekerjaan, tidak mempunyai bekal pengetahuan, bagi para lulusan SMA maupun mahasiswa saja kadang sulit untuk mendapatkan kerja, apa lagi mereka yang tidak sekolah sama sekali, karena bekal pengetahuan sangat penting dalam mencari kerja, atau mendapatkan pekerjaan.

Di kota-kota besar seperti jakarta ini mudah sekali untuk menemukan masalah kemiskinan,pengemis di setiap stasiun,pengamen di pinggir jalan,angkutan umum maupun tempat rekreasi,mereka tidak punya pekerjaan dan tempat tinggal, kehidupan sepenuhnya di jalani di jalanan,tapi ada juga orang yang bekerja keras menjadi pengumpul barang bekas, dari pada harus menjadi pengemis, walapun bayarannya tidak seberapa,tapi mereka menjalanin pekerjaannya dengan semangat di bandingkan dengan orang-orang yang memilih menjadi gelandangan.

Sulit sekali menemukan lowongan pekerjaan di jakarta,sudah penuh atau tidak menerima pegawai-pegawai baru,dan kebanyakan juga yang membutuhkan pegawai baru tapi memerlukan pegawai yang tingkat pendidikkannya tinggi, banyak juga lapangan pekerjaan di pabrik-pabrik yang hanya membutuhkan para pegawai lulusan SMA/SMK,namun gaji yang mereka dapat lebih kecil di banding dengan pegawai-pegawai kantor,padahal pekerjaan yang para pegawai atau buruh pabrik,lebih menguras tenaga dibandingkan dengan pegawai kantor, hanya saja para pegawai kantor lebih menitik beratkan pada kinerja berfikir mereka,bukan tenaga melainkan pikiran, dan apabila di bandingkan jam kerja mereka,sangat lah jauh perbedaannya,para buruh biasanya bekerja hampir setengah hari bahkan bisa sehari full apa bila ada lembur,sedangkan para pegawai kantor,biasanya hanya bekerja dari pagi hingga sore,kadang ada yang hanya bekerja 5 sampai 6 jam saja.

Tingkat pendidikan yang tinggi memang berpengaruh sekali,tapi tidak selau seperti itu, lulusan SMA/SMK pun bisa mendaptkan pekerjaan dengan mudah jika mereka berprestasi di sekolahnya, mungkin dari pihak sekolah ada yang bekerja sama dengan perusahaan sehingga memudahkan para siswa yang berprestasi. Pemerintahpun harusnya bisa bertanggung jawab atas kemiskinan yang terjadi, solusinya dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya (SDM),karena sumber daya manusia pula lah yang menentukan kualitas suatu negara.


Cara Penyelesaian Masalah Sosial

Pengangguran dapat menyebabkan kemiskinan, dan selanjutnya menimbulkan kejahatan dan permusuhan atau pertikaian dalam masyarakat. Hal ini merupakan masalah sosial yang harus kita atasi.
Pemerintah selalu berusaha mengatasi berbagai persoalan sosial dengan peran serta tokoh masyarakat,pengusaha,pemuka agama,tetua adat, dan Iain-Iain. Berbagai cara yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak dalam membantu mengatasi masalah sosial antara lain :

A. Menjadi orang tua asuh bagi anak sekolah yang kurang mampu.
B.Tokoh agama memberikan penyuluhan tentang keimanan dan moral dalam menghadapi persoalan sosial.
C. Para pengusaha dan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan lain ikut memberikan beasiswa.
D. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) membantu dalam berbagai bidang dimulai dengan penyuluhan sampai bantuan berupa materi.
E. Lembaga-lembaga dari PBB seperti UNESCO, UNICEF, dan WHO memberikan bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah sosial.
F. Para dermawan yang secara pribadi banyak memberi bantuan kepada masyarakat sekitarnya berupa materi.
G. Organisasi pemuda seperti karang taruna yang mendidik dan mengarahkan para remaja putus sekolah dan pemuda untuk berkarya dan berusaha mengatasi pengangguran.
H. Perguruan tinggi melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan berbagai penyuluhan.
Selain cara-cara tersebut di atas, pemerintah juga menggalakkan berbagai program untuk mengatasi masalah sosial antara lain :
1. Pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
BOS diberikan kepada siswa-siswa sekolah mulai dari sekolah dasar sampai tingkat SLTA. Tujuannya untuk meringankan biaya pendidikan.
2. Pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT).
BLT diberikan kepada masyarakat miskin yang tidak berpenghasilan sebagai dana kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
3. Pemberian Kartu Askes.
Bagi keluarga miskin pemerintah memberikan kartu Askes untuk berobat ke puskesmas atau rumah sakit yang ditunjuk dengan biaya ringan atau gratis.
4. Pemberian Beras Untuk Masyarakat Miskin (Raskin).
Pemberian bantuan pangan dari pemerintah berupa beras dengan harga yang sangat murah.
5. Pemberian Sembako.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar